Minggu, 30 April 2017

SAHABAT

Kadang sahabat yang suka traktir kita makan bukan karena mereka berkelebihan
tetapi karena mereka meletakkan persahabatan melebihi uang,
Kadang sahabat yang rajin bekerja bukan karena mereka sok pandai / ngoyo,
tapi karena mereka memahami akan arti tanggung jawab,
Kadang sahabat yang memohon maaf lebih dulu bukan karena mereka salah
tapi karena mereka menghargai orang disekeliling mereka,
Kadang yang sukarela membantu kita bukan karena mereka berhutang apa ke kita,
tapi karena mereka melihat kita sebagai seorang sahabat,
Kadang sahabat yang suka memberi saran, kritikan & masukan ke kita bukan karena ia merasa sempurna, tetapi karena ia ingin melihat kita maju,
Kadang sahabat yang selalu BBM dan WA kita bukan karena mereka ga ada kerjaan apalagi narsis,
tetapi karena mereka mengingat kita,
Suatu hari kita semua akan terpisah,,
kita akan terkenang obrolan dan impian yang pernah ada,
Hari berganti hari, bulan, tahun, hingga hubungan ini menjadi renggang dan asing,
Hingga suatu hari nanti anak-anak kita akan melihat foto-foto kita dengan teman-teman kita,
lalu mereka bertanya? "Siapa mereka semua itu, Ayah / bunda...?" 
Dan kita tersenyum dengan air mata yang tak tampak, karena hati ini tergugah atas pertanyaan tersebut..
Lalu berkata,
" DENGAN MEREKALAH ADA HARI YANG PALING INDAH DALAM HIDUP SAYA."




- @katamotivasi

Senin, 10 April 2017

Ruang - Ruang Yang Meruang



Ruang Tunggu:
aku tunggu ruhmu disini kata detak pada sebuah bayang..
Mungkin ini saatnya kita ada di ruang yang sama,, ruhmu dan ruhku akan duduk berdampingan untuk melihat burung kolibri pulang pada sebuah senja yang berputik jingga..
Dan mata kita akan kembali bercinta,, untuk mengalirkan kembali detak di tempat dimana darah kembali berpora..
 
Ruang Kegelisahan:
Berjuta pertanyaan tentang cinta berhamburan,, di antara sunyi yang mendera tiba-tiba dan berdentam sejuta harap untuk sebuah permintaan..
”Maukah kamu berbagi waktu denganku untuk membelah semua belatung kegelisahaan dan resah yang memekakkan dada?”
”Mungkin alamat tujuan kita berbeda arah, dan kita mungkin hanya berpapasan di persimpangan dan sejenak duduk untuk saling menyapa rongga-rongga yang tertelan senyap pada sebuah malam”
“yakinkan aku tentang dongeng-dongeng purba sebuah akhir yang selalu bernama bahagia selama-lamanya, padahal sebuah sepatu kaca akan retak setiap saat ketika berjejak pada realita yang meranggas”
“anak kecil di dalam diriku akan selalu butuh udara dan angin untuk menerbangkan  airmata yang berwarna biru”
“baiklah, selamat tinggal. aku membatu bersama ruangku”

Ruang Tak Bernama:
kita sudah mati ketika kita tidak bermimpi
( ah,meskipun impian serapuh gelembung sabun bukan?)

Ruang Dengan Detak Sunyi:
apa yang kita harus takuti pada sebuah sepi,, ketika sunyi adalah deru nafas kita sendiri?

Ruangku :
aku pecinta yang memunguti serpihan rasa  yang tercecer pada sebuah senja..

Ruangmu :
kamu sebebas angin dan udara, sebiru angkasa dan sedalam samudera

dan pada sebuah ruang bernama sekarang..
kutempelkan nama-nama pada dinding-dinding kenangan..
yang melekat begitu saja pada kepala,, dengan rekahan luka yang begitu lirih bunyinya..


Create : by Noviana Kusumawardhani

 
Senjaku © 2017 Templates | AZHARI NUR ADJI